September 06, 2014
Minggu lalu, WHO mengeluarkan pernyataan resmi
untuk berhati-hati terhadap rokok elektrik dan mendesak untuk mengeluarkan
peraturan baru tentang hal ini. Namun para ahli kesehatan di London menyalahkan
pernyataan WHO sebagai menyesatkan dan menyatakan bahwa rokok elektrik
berpotensi memperbaiki kesehatan masyarakat dan menyelamatkan 50.000 jiwa per
tahun di Inggris. Bantahan ini diterbitkan dalam jurnal kesehatan Addiction
minggu ini. Penulis termasuk ahli kesehatan dari Departemen Epidemiologi dan
Kesehatan Masyarakat di University College London, Unit Penelitian
Ketergantungan Tembakau di Universitas Queen Mary, dan Pusat Kecanduan Nasional
di King’s College.
Di dalam bantahannya, para ahli kesehatan
menyatakan bahwa WHO membuat pernyataan yang keliru dan sebagian besar bukti
ilmiah yang digunakan telah disalah artikan. Berdasarkan data penelitian saat
ini, para ilmuwan percaya bahwa setiap satu juta perokok yang beralih ke rokok
elektrik, ada 6.000 kematian yang dapat dicegah per tahun. Menggunakan
perhitungan tersebut, jika setiap perokok di Inggris beralih menggunakan rokok
elektrik, maka akan ada 50.000 jiwa yang terselamatkan setiap tahunnya. Dengan
adanya potensi yang luar biasa tersebut untuk menghentikan kematian yang berhubungan
dengan merokok, seharusnya orang-orang tidak perlu terus dingatkan untuk
beralih menggunakan rokok elektrik.
Ketika WHO menyatakan bahwa rokok elektrik
berpotensi menjadi pintu gerbang awal untuk menuntun anak-anak muda pada
kecanduan tembakau, para ahli kesehatan mengatakan tidak ada bukti untuk
mendukung pernyataan tersebut. Bahkan, studi menunjukkan bahwa kurang dari satu
persen dari anak-anak muda yang melaporkan telah mencoba rokok elektrik tidak
pernah mengisap rokok konvensional. Yang seringkali terjadi adalah anak-anak
muda yang telah mencoba rokok konvensional sebelumnya kemudian beralih
menggunakan rokok elektrik.
Para ahli kesehatan juga mempermasalah pernyataan
WHO bahwa rokok elektrik mengandung racun dan penggunannya di dalam ruangan harus
dilarang. Isi dari bantahan para ahli kesehatan tersebut menyatakan bahwa racun
yang dikeluarkan para pengguna rokok elektrik sangat minimal, apabila
dibandingkan dengan racun yang terdapat pada jalanan umum sebuah kota yang
ramai. Lebih lanjut, para ahli kesehatan juga menyatakan bahwa rokok elektrik
memberikan sebuah jalan keluar yang sangat efektif untuk berhenti merokok.
Pada saat WHO juga menyatakan bahwa rokok elektrik dapat terus melanjutkan ketergantungan orang pada nikotin, para ahli kesehatan menyatakan bahwa hal tersebut tidaklah benar. Faktanya adalah rokok elektrik sangat membantu para perokok untuk mengatasi kecanduan merokoknya, seperti halnya koyo bernikotin (nicotine patch) yang dapat dibeli di apotek manapun.
Pada saat WHO juga menyatakan bahwa rokok elektrik dapat terus melanjutkan ketergantungan orang pada nikotin, para ahli kesehatan menyatakan bahwa hal tersebut tidaklah benar. Faktanya adalah rokok elektrik sangat membantu para perokok untuk mengatasi kecanduan merokoknya, seperti halnya koyo bernikotin (nicotine patch) yang dapat dibeli di apotek manapun.
Profesor Peter Hajek dari Universitas Queen Mary
mengatakan bahwa pernyataan WHO tersebut sangat merusak dan tidak benar. “Ini
adalah sebuah rekomendasi dari WHO yang sangat merugikan pada kesehatan
masyarakat. Rokok elektrik mempunyai efek revolusioner pada kesehatan masyarakat
jika para perokok beralih menggunakan rokok elektrik”, katanya. Profesor Peter
juga mengatakan bahwa pelarangan rokok elektrik sama halnya dengan pelarangan
adanya sistem pemanas ruangan otomatis (karena bisa saja sistem pemanas ruangan
mengalami korslet dan menyebabkan kebakaran - Red) dalam rumah, dan mewajibkan
semua rumah untuk membuat pemanas ruangan tradisional dari kayu bakar. Yang
mana yang lebih berbahaya? Sistem pemanas ruangan otomatis atau pemanas ruangan
tradisional dari kayu bakar? Hal yang sama berlaku juga untuk rokok elektrik.
Resiko yang ditimbulkan dalam pelarangan rokok elektrik sangat jauh lebih besar
dibandingkan resiko memperbolehkan rokok elektrik.
Profesor Robert West dari University College
London mengatakan bahwa pernyataan WHO adalah “tidak bermoral” dan “tidak masuk
akal”. Beliau menyatakan bahwa rekomendasi WHO tersebut tidak merefleksikan
studi, riset dan temuan ilmiah tentang akibat dari rokok elektrik. Pada
kenyataannya, jumlah perokok konvensional terus berkurang dengan adanya rokok
elektrik. Profesor Robert juga menyatakan bahwa kurang dari 0.2 persen pengguna
rokok elektrik adalah orang yang tidak merokok sebelumnya, dan sebagian besar
orang yang menggunakannya bertujuan untuk menghentikan kebiasaan merokoknya.
Beliau juga menyatakan bahwa studi membuktikan bahwa penggunaan rokok elektrik
jauh lebih efektif dibandingkan dengan alat pengganti nikotin lainnya.
“Ini adalah tentang para perokok yang membunuh
dirinya sendiri. Mengisap rokok konvensional akan mengurangi umur mereka
sebanyak 6 jam setiap harinya”, demikian pernyataan Profesor Robert. “Inggris
adalah salah satu kawasan liberal untuk hal yang berhubungan dengan rokok
elektrik di dunia jadi apabila akan terjadi masalah yang ditimbulkan oleh
penggunaan rokok elektrik, hal itu akan berawal di sini… Saya mengerti
permasalahan tentang hal ini tapi adalah sangat penting untuk para ahli
kesehatan pemerintah untuk memisahkan opini publik tentang rokok elektrik
dengan fakta sebenarnya”.
Profesor Ann Mcneill dari King’s College setuju
bahwa ini adalah waktu bagi WHO untuk melihat fakta ilmiah sebenarnya tentang
rokok elektrik, dibandingkan dengan keputusan yang dibuat hanya berdarkan
prasangka pribadi saja. “Faktanya adalah penggunaan rokok elektrik pada tempat
publik di Inggris diperbolehkan dan sesuai fakta ilmiah yang ditemukan. Tapi
menurut saya masih ada keprihatinan terhadap implikasi dari peraturan yang
diterapkan oleh European Tobacco Directive”, katanya kepada media. “Hal itu
akan mempersulit kegiatan marketing dan kekuatan produk itu sendiri (rokok
elektrik - Red), dimana seharusnya produk tersebut dapat mengambil market dari
produk-produk lain yang dapat membantu untuk berhenti merokok”.
Profesor Ann juga mengemukakan bahwa rokok
elektrik sangat efektif
untuk membantu para perokok di London, sehingga NHS (salah satu klinik terapi
berhenti merokok - Red) saat ini menggunakan rokok elektrik di dalam salah satu
programnya. Sangat jelas bahwa rokok elektrik sangat berguna bahkan hanya
dengan melihat banyaknya orang yang terselamatkan olehnya. Ini adalah waktunya
bagi WHO dan organisasi kesehatan lainnya untuk memeriksa hasil pemeriksaan
rokok elektrik yang ada dan berhenti mengambil keputusan hanya berdasarkan
opini personal semata.
This article is
translated by The Liquid Club from Churn
Mag with permission.
Original article: http://www.churnmag.com/news/health-experts-say-e-cigs-save-50000-lives-year/
Original article: http://www.churnmag.com/news/health-experts-say-e-cigs-save-50000-lives-year/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar